5 Film Dokumenter Musik Indonesia Terbaik

Hai guys apakah kalian suka film dokumenter musik ?. Film dokumenter adalah sinema non-fiksi yang bertujuan untuk mendokumentasikan beberapa aspek realitas, terutama mempertahankan catatan sejarah. Musisi-musisi Indonesia juga punya dokumenter yang apik dan menjadi bukti sejarah dari perjalanan karir mereka.

Dokumentasi musik Indonesia memang dirasa agak terlambat. Ane sempet ngobrol-ngobrol sama salah seorang wartawan musik senior yang bilang musisi Indonesia itu telat menyadari bahwa dokumentasi itu penting. Bisa kita liat untuk band-band yang udah kelas legenda masih belum punya film dokumenter. Beda banget sama musisi-musisi luar negeri yang lebih rajin bikin dokumentasi dari dulu.

1.Anak Naga Beranak Naga (Ariani Darmawan, 2006)

Anak Naga Beranak Naga

Sutradara Ariani Darmawan menyusuri asal-usul musik Gambang Kromong sampai kondisi keberadaannya sekarang. Dalam film ini terdapat wawancara dengan budayawan, musikolog, pakar sinologi, pimpinan Gambang Kromong, hingga satu-satunya penyanyi lagu Dalem (klasik) Gambang Kromong yang tersisa ketika penggarapannya dilakukan. Film dokumenter ini menyoroti budaya terpinggirkan dengan cara yang menyentuh dan kadang jenaka.

2. Kantata Takwa (Eros Djarot dan Gotot Prakosa, 2008)

 Kantata Takwa

Film karya Eros Djarot dan Gatot Prakosa ini meleburkan gaya dokumenter dengan elemen musikal. Film ini juga mengambil sikap berani melalui kritik tajam terhadap Orde Baru ketika masih berkuasa. Dengan mengambil latar belakang konser tunggal akbar Kantata Takwa di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 24 tahun lalu, film ini menampilkan adegan-adegan simbolisme penentangan terhadap pemerintahan represif.

3.Marching Menuju Maut (Faesal Rizal, 2013)

Marching Menuju Maut

Film dokumenter yang satu ini mengangkat salah satu band favorit ane, The Brandals asal Jakarta. Trailer filmnya itu udah dirilis sejak 2006, tapi filmnya baru rilis di 2013 lewat pemutaran perdana dalam perayaan ulang tahun The Brandals yang ke-12. Marching Menuju Maut menampilkan gambaran The Brandals yang liar, blak-blakan tanpa sensor. Emang sih banyak bertebaran kata-kata kasar dan gambaran belakang panggung yang nakal, tapi itulah film dokumenter yang sesungguhnya, tanpa ditutupi.

Baca Juga :  10 film dengan adegan ranjang yang lebih

4.Terekam (Adhyatmika Pandu, 2017)

Terekam

Film pendek ini membawa kita dengan kenangan pensi (pentas seni) masa SMA. Band-band yang diangkat adalah jagoan pensi, alias band yang sering tampil dari pensi ke pensi. Acara pensi menjadi bukti kepopuleran band-band indie Indonesia yang diangkat dalam dokumenter ini, yaitu The Upstairs, Goodnight Electric, White Shoes & The Couples Company, dan The Adams. Film ini menarik untuk disimak dengan narasi fun dan editing yang cepat membuat Agan gak bosan menontonnya. Para personil band masing-masing memberi pandangannya mengenai masa-masa keemasan mereka di panggung pentas seni sekolah.

5.Jalanan (Daniel Ziv, 2014)

Jalanan

Sutradara Daniel Ziv mengangkat kisah musisi jalanan ibu kota. Ia memilih 3 pengamen bus bernama Boni, Titi dan Ho sebagai subyek utama dalam film ini. Ketiga pengamen ini punya kepribadian yang berwarna dan pesonanya bikin penonton jatuh hati. Dengan kamera yang terus membuntuti mereka secara bergantian, kita bisa melihat gambaran ibukota yang gak hanya kejam kayak gambaran-gambaran yang udah ada, tetapi sisi lainnya yang humoris. Perjuangan 3 orang ini dalam bertahan hidup menjadi inspirasi bagi penonton.

5 Film Dokumenter Musik Indonesia Terbaik

Hai guys apakah kalian suka film dokumenter musik ?. Film dokumenter adalah sinema non-fiksi yang bertujuan untuk mendokumentasikan beberapa aspek realitas, terutama mempertahankan catatan sejarah. Musisi-musisi Indonesia juga punya dokumenter yang apik dan menjadi bukti sejarah dari perjalanan karir mereka.

Dokumentasi musik Indonesia memang dirasa agak terlambat. Ane sempet ngobrol-ngobrol sama salah seorang wartawan musik senior yang bilang musisi Indonesia itu telat menyadari bahwa dokumentasi itu penting. Bisa kita liat untuk band-band yang udah kelas legenda masih belum punya film dokumenter. Beda banget sama musisi-musisi luar negeri yang lebih rajin bikin dokumentasi dari dulu.

1.Anak Naga Beranak Naga (Ariani Darmawan, 2006)

Anak Naga Beranak Naga

Sutradara Ariani Darmawan menyusuri asal-usul musik Gambang Kromong sampai kondisi keberadaannya sekarang. Dalam film ini terdapat wawancara dengan budayawan, musikolog, pakar sinologi, pimpinan Gambang Kromong, hingga satu-satunya penyanyi lagu Dalem (klasik) Gambang Kromong yang tersisa ketika penggarapannya dilakukan. Film dokumenter ini menyoroti budaya terpinggirkan dengan cara yang menyentuh dan kadang jenaka.

2. Kantata Takwa (Eros Djarot dan Gotot Prakosa, 2008)

 Kantata Takwa

Film karya Eros Djarot dan Gatot Prakosa ini meleburkan gaya dokumenter dengan elemen musikal. Film ini juga mengambil sikap berani melalui kritik tajam terhadap Orde Baru ketika masih berkuasa. Dengan mengambil latar belakang konser tunggal akbar Kantata Takwa di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 24 tahun lalu, film ini menampilkan adegan-adegan simbolisme penentangan terhadap pemerintahan represif.

3.Marching Menuju Maut (Faesal Rizal, 2013)

Marching Menuju Maut

Film dokumenter yang satu ini mengangkat salah satu band favorit ane, The Brandals asal Jakarta. Trailer filmnya itu udah dirilis sejak 2006, tapi filmnya baru rilis di 2013 lewat pemutaran perdana dalam perayaan ulang tahun The Brandals yang ke-12. Marching Menuju Maut menampilkan gambaran The Brandals yang liar, blak-blakan tanpa sensor. Emang sih banyak bertebaran kata-kata kasar dan gambaran belakang panggung yang nakal, tapi itulah film dokumenter yang sesungguhnya, tanpa ditutupi.

Baca Juga :  Rekomendasi Film Yang Bikin Kamu Baper

4.Terekam (Adhyatmika Pandu, 2017)

Terekam

Film pendek ini membawa kita dengan kenangan pensi (pentas seni) masa SMA. Band-band yang diangkat adalah jagoan pensi, alias band yang sering tampil dari pensi ke pensi. Acara pensi menjadi bukti kepopuleran band-band indie Indonesia yang diangkat dalam dokumenter ini, yaitu The Upstairs, Goodnight Electric, White Shoes & The Couples Company, dan The Adams. Film ini menarik untuk disimak dengan narasi fun dan editing yang cepat membuat Agan gak bosan menontonnya. Para personil band masing-masing memberi pandangannya mengenai masa-masa keemasan mereka di panggung pentas seni sekolah.

5.Jalanan (Daniel Ziv, 2014)

Jalanan

Sutradara Daniel Ziv mengangkat kisah musisi jalanan ibu kota. Ia memilih 3 pengamen bus bernama Boni, Titi dan Ho sebagai subyek utama dalam film ini. Ketiga pengamen ini punya kepribadian yang berwarna dan pesonanya bikin penonton jatuh hati. Dengan kamera yang terus membuntuti mereka secara bergantian, kita bisa melihat gambaran ibukota yang gak hanya kejam kayak gambaran-gambaran yang udah ada, tetapi sisi lainnya yang humoris. Perjuangan 3 orang ini dalam bertahan hidup menjadi inspirasi bagi penonton.

Scroll to top