Jika Jarak Menjadi Pemisah,Maka Rasa Percaya Menjadi Resep Perekat

Menjalani hubungan jarak jauh (long distance relationship)bukanlah perkara mudah. Ketika ia di sana, ratusan hingga ribuan kilometer jauhnya darimu selalu menghadirkan rasa rindu tapi tak mungkin bisa untuk langsung bertemu, rasanya hati ini akan sakit sekali. Ada banyak tantangan dan hambatan yang dialami saat menjalin hubungan jarak jauh. Tapi bukan berarti semua kesulitan itu tak ada solusinya.

“If you want to live together, you first need to learn how to live apart.”

– Anonymous

Ketika jarak jadi sekat, jadikan rasa percaya sebagai perekat. Cinta saja mungkin belum cukup. Butuh komitmen dan rasa percaya di antara kalian berdua. Justru jadikan keterpisahan jarak dan waktu ini sebagai sebuah pengalaman berharga.

Komunikasi Perlu Dijalin Secukupnya

makan bersama pasangan

Meski terpisah jarak bukan berarti komunikasi dijalin terlalu berlebihan. Berikan rasa percaya padanya. Buat dia tetap merasa nyaman tanpa mengganggu atau merecokinya berlebihan. Kamu pun juga akan merasa lebih nyaman saat dia bisa mengerti kesibukan dan menjalin komunikasi secukupnya.

Di sinilah kepercayaan dan komitmen dibangun. Kamu percaya padanya kalau dia akan baik-baik saja di sana. Dia pun percaya padamu untuk bisa tetap menjaga diri meski berjauhan. Mungkin rasa ragu atau curiga muncul, “Apakah dia nggak selingkuh?” atau “Jangan-jangan dia sedang dekat dengan orang lain.” Tapi di situlah ujiannya, saat kamu bisa mencegah dirimu berpikiran buruk atau negatif, kamu akan lebih mudah membangun rasa percaya juga kejujuran.

Kompakan Melakukan Kegiatan yang Sama

cantiknya dia

Coba bikin hal-hal seru dan menyenangkan dengannya. Kompakan melakukan kegiatan yang sama, misalnya membaca buku yang sama atau menonton film yang sama. Lalu saling berbagi foto atau pengalaman yang dirasakan. Hal ini akan membuat hubungan tetap terasa dekat meski berjauhan.

Baca Juga :  Inilah Yang Menurut Pria Sangat Menarik Dari Diri Wanita

Saling Terbuka dengan Jadwal Kesibukan Masing-Masing

Dari awal, terbukalah soal jadwal kesibukan masing-masing. Tujuannya agar bisa lebih mudah mengatur waktu untuk menjalin komunikasi. Dan pastinya beraktivitas jadi lebih nyaman.

Buat Target atau Tujuan Bersama

Kalau saat ini sedang berjauhan, buatlah target tentang masa depan yang akan dijalani bersama. Tujuannya agar nggak gampang baper (terbawa perasaan) saat sedang rindu atau kangen. Dengan berpikir lebih jauh ke depan dan membuat rencana hidup bersama, kamu dan dia akan seolah selalu berjalan beriringan meski belum saling menatap.

“I don’t cry because we’ve been separated by distance, and for a matter of years. Why? Because for as long as we share the same sky and breathe the same air, we’re still together.”

― Donna Lynn Hope

Jarak yang memisahkan memang sering membuat rindu terasa makin menyiksa. Tapi ini untuk sesaat saja. Bahkan berpisah untuk sementara waktu bisa membuat pertemuan dan ikatan hubungan lebih kuat nantinya. Karena untuk lebih menghargai sebuah pertemuan, kita harus tahu rasanya perpisahan.

Facebook Comments
Tags:  

Jika Jarak Menjadi Pemisah,Maka Rasa Percaya Menjadi Resep Perekat

Menjalani hubungan jarak jauh (long distance relationship)bukanlah perkara mudah. Ketika ia di sana, ratusan hingga ribuan kilometer jauhnya darimu selalu menghadirkan rasa rindu tapi tak mungkin bisa untuk langsung bertemu, rasanya hati ini akan sakit sekali. Ada banyak tantangan dan hambatan yang dialami saat menjalin hubungan jarak jauh. Tapi bukan berarti semua kesulitan itu tak ada solusinya.

“If you want to live together, you first need to learn how to live apart.”

– Anonymous

Ketika jarak jadi sekat, jadikan rasa percaya sebagai perekat. Cinta saja mungkin belum cukup. Butuh komitmen dan rasa percaya di antara kalian berdua. Justru jadikan keterpisahan jarak dan waktu ini sebagai sebuah pengalaman berharga.

Komunikasi Perlu Dijalin Secukupnya

makan bersama pasangan

Meski terpisah jarak bukan berarti komunikasi dijalin terlalu berlebihan. Berikan rasa percaya padanya. Buat dia tetap merasa nyaman tanpa mengganggu atau merecokinya berlebihan. Kamu pun juga akan merasa lebih nyaman saat dia bisa mengerti kesibukan dan menjalin komunikasi secukupnya.

Di sinilah kepercayaan dan komitmen dibangun. Kamu percaya padanya kalau dia akan baik-baik saja di sana. Dia pun percaya padamu untuk bisa tetap menjaga diri meski berjauhan. Mungkin rasa ragu atau curiga muncul, “Apakah dia nggak selingkuh?” atau “Jangan-jangan dia sedang dekat dengan orang lain.” Tapi di situlah ujiannya, saat kamu bisa mencegah dirimu berpikiran buruk atau negatif, kamu akan lebih mudah membangun rasa percaya juga kejujuran.

Kompakan Melakukan Kegiatan yang Sama

cantiknya dia

Coba bikin hal-hal seru dan menyenangkan dengannya. Kompakan melakukan kegiatan yang sama, misalnya membaca buku yang sama atau menonton film yang sama. Lalu saling berbagi foto atau pengalaman yang dirasakan. Hal ini akan membuat hubungan tetap terasa dekat meski berjauhan.

Baca Juga :  Tipe-Tipe Dalam Sebuah Hubungan, Termasuk Yang Manakah Kamu ?

Saling Terbuka dengan Jadwal Kesibukan Masing-Masing

Dari awal, terbukalah soal jadwal kesibukan masing-masing. Tujuannya agar bisa lebih mudah mengatur waktu untuk menjalin komunikasi. Dan pastinya beraktivitas jadi lebih nyaman.

Buat Target atau Tujuan Bersama

Kalau saat ini sedang berjauhan, buatlah target tentang masa depan yang akan dijalani bersama. Tujuannya agar nggak gampang baper (terbawa perasaan) saat sedang rindu atau kangen. Dengan berpikir lebih jauh ke depan dan membuat rencana hidup bersama, kamu dan dia akan seolah selalu berjalan beriringan meski belum saling menatap.

“I don’t cry because we’ve been separated by distance, and for a matter of years. Why? Because for as long as we share the same sky and breathe the same air, we’re still together.”

― Donna Lynn Hope

Jarak yang memisahkan memang sering membuat rindu terasa makin menyiksa. Tapi ini untuk sesaat saja. Bahkan berpisah untuk sementara waktu bisa membuat pertemuan dan ikatan hubungan lebih kuat nantinya. Karena untuk lebih menghargai sebuah pertemuan, kita harus tahu rasanya perpisahan.

Facebook Comments
Scroll to top