Mengatur Penghasilan Agar Kalau Liburan Tidak Banyak Tagihan

Kasus traveler jalan-jalan ke luar negeri hasil ngutang pekan lalu memang bikin netizen berang. Bagaimana tidak, traveler bernama Sisspai ini berhutang dengan mudahnya dan hilang ketika ditagih hutangnya. Dan setelah ditelusuri pun, ada banyak sekali korbannya dengan nominal hutang ratusan juta totalnya. Gilanya lagi, uang hasil ngutang tersebut dipakai buat gaya hidup mewahnya, jalan-jalan ke luar negeri dengan aneka barang branded ala sosialita nge-hits.

Hal ini sebenarnya tak perlu terjadi jika Sisspai tahu cara mengelola keuangan dirinya sendiri. Mengatur keseimbangan antara penghasilan dan pengeluaran bulanan memang sejatinya tidak mudah. Namun itu hal yang wajib kamu lakukan agar keuanganmu aman. Jangan sampai, hanya karena tak mampu mengatur keuangan, maka dicari solusi berhutang. Terus hutang menumpuk, kabur entah ke mana.

Milyarder asal Hongkong, Li Ka Shing akan membantumu dalam mengatur keuangan bulanan kamu. Caranya, penghasilanmu harus dibagi menjadi 5 bagian. Entah berapapun penghasilan yang kamu dapat tiap bulannya. Apa saja dan berapa persen alokasinya? Yuk deh simak aja…

Pertama alokasi untuk sosial dan pertemanan sebesar 20 %. Meskipun mungkin kamu anggap nggak penting, tapi jaringan adalah kunci suksesmu di masa depan

society

Bagi para pengusaha dan orang-orang besar di luar sana, jaringan dan pertemanan adalah salah satu kunci sukses mereka. Maka dari itu, alokasi untuk membangun jaringan tentu hal yang harus diprioritaskan. Alokasi sosial dan pertemanan ini bisa mencakup biaya pulsa, kuota data untuk menjalin komunikasi di media sosial, maupun menraktir teman untuk makan malam. Tapi ya nggak semua temanmu harus ditraktir ‘kan, mesti pilih-pilih juga. Selain itu, kalau di Indonesia juga mesti ada biaya untuk menyumbang nikahan atau menyumbang bagi teman yang sakit atau kena musibah. Dalam agama juga mengajurkan bahwa semakin banyak sedekah membuka pintu rezeki.

Baca Juga :  Tanjung Kesirat, Tempat Asik Buat Ngecamp Sama Si Doi

Kedua alokasi uang untuk biaya hidup. Simpan dana 30 % untuk alokasi biaya ini.

financial

Kebutuhan atau biaya hidup merupakan kebutuhan primer yang harus pertama kali disiapkan alokasinya. Biaya hidup mencakup uang makan, tempat tinggal maupun transportasi. Jangan lupa kebutuhan bulanan seperti listrik maupun jajan. Aturlah agar alokasi 30 % cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam sebulan. Untuk itulah kamu perlu hidup sederhana, nggak banyak gaya. Makannya masak sendiri, jangan mie instan terus juga, perbanyak sayur dan buah. Untuk tempat tinggal carilah kosan murah, atau bisa patungan dengan teman kamu. Sementara untuk transportasi biasakan bersepeda atau jalan kaki.

Ketiga yaitu dana untuk wisata sebesar 10 % dari pendapatan. Nah ini yang paling penting buat traveler…

travel saving

Buat yang mengikuti kasus Sisspai tentu ada pelajaran penting yang bisa diambil. Janganlah menjadi BPJS atau Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita. Uang nggak ada tapi ngotot liburan hedon, nonton Coldplay lah, ke Korea lah, pakai duit hutang. Sayang banget ‘kan duit hutang buat konsumsi kebutuhan tersier seperti traveling. Untuk itu penting sekali mengalokasikan dana liburan setiap bulannya. Setahun bisa lah 2 kali traveling dengan biaya sendiri. Satu kali di dalam negeri, satu kali di luar negeri. Mantap jiwa ‘kan?

Keempat adalah biaya untuk pendidikan. Alokasikan 15 % dari penghasilan kamu untuk mencari ilmu…education money

Nah, terkadang masalah yang sering dialami oleh orang yang sudah bekerja adalah enggan untuk belajar bidang lain. Misal belajar bahasa Inggris, kursus memasak, seminar, training, maupun membeli buku. Mencari ilmu adalah tugas yang harus selalu dilakukan manusia sedari dia masih hidup. Ilmu apapun. Untuk itu, biaya pendidikan ini harus dialokasikan agar kompetensimu makin berkembang di kemudian hari.

Baca Juga :  5 Pantai di Bali ini Wajib Kamu Kunjungi

Kelima adalah alokasi untuk investasi sebesar 25 %. Penting banget nih sebagai sarana untuk memutarkan uangmu, biar nggak habis dikonsumsi sendiri…

saving money

Bagi generasi milenial yang hobi foya-foya, keputusan tentangalokasi dana investasi ini pastilah tidak menarik. Padahal harus diakui bahwa minimnya investasi lah yang mengakibatkan banyak anak muda yang terjerat hutang untuk sesuatu yang bersifat konsumtif. Investasi ini ada beberapa macam, bisa tabungan, beli emas, beli ternak, ikut program investasi di perbankan, termasuk pula saham. Yang jelas berinvestasilah sesuai kemampuan dan kebutuhan kamu. Kurangilah duit tertidur di bank. Putarkan uangmu dan nikmati hasilnya kelak di kemudian hari.

Facebook Comments
Tags:  

Mengatur Penghasilan Agar Kalau Liburan Tidak Banyak Tagihan

Kasus traveler jalan-jalan ke luar negeri hasil ngutang pekan lalu memang bikin netizen berang. Bagaimana tidak, traveler bernama Sisspai ini berhutang dengan mudahnya dan hilang ketika ditagih hutangnya. Dan setelah ditelusuri pun, ada banyak sekali korbannya dengan nominal hutang ratusan juta totalnya. Gilanya lagi, uang hasil ngutang tersebut dipakai buat gaya hidup mewahnya, jalan-jalan ke luar negeri dengan aneka barang branded ala sosialita nge-hits.

Hal ini sebenarnya tak perlu terjadi jika Sisspai tahu cara mengelola keuangan dirinya sendiri. Mengatur keseimbangan antara penghasilan dan pengeluaran bulanan memang sejatinya tidak mudah. Namun itu hal yang wajib kamu lakukan agar keuanganmu aman. Jangan sampai, hanya karena tak mampu mengatur keuangan, maka dicari solusi berhutang. Terus hutang menumpuk, kabur entah ke mana.

Milyarder asal Hongkong, Li Ka Shing akan membantumu dalam mengatur keuangan bulanan kamu. Caranya, penghasilanmu harus dibagi menjadi 5 bagian. Entah berapapun penghasilan yang kamu dapat tiap bulannya. Apa saja dan berapa persen alokasinya? Yuk deh simak aja…

Pertama alokasi untuk sosial dan pertemanan sebesar 20 %. Meskipun mungkin kamu anggap nggak penting, tapi jaringan adalah kunci suksesmu di masa depan

society

Bagi para pengusaha dan orang-orang besar di luar sana, jaringan dan pertemanan adalah salah satu kunci sukses mereka. Maka dari itu, alokasi untuk membangun jaringan tentu hal yang harus diprioritaskan. Alokasi sosial dan pertemanan ini bisa mencakup biaya pulsa, kuota data untuk menjalin komunikasi di media sosial, maupun menraktir teman untuk makan malam. Tapi ya nggak semua temanmu harus ditraktir ‘kan, mesti pilih-pilih juga. Selain itu, kalau di Indonesia juga mesti ada biaya untuk menyumbang nikahan atau menyumbang bagi teman yang sakit atau kena musibah. Dalam agama juga mengajurkan bahwa semakin banyak sedekah membuka pintu rezeki.

Baca Juga :  Backpacker Ke Jogja, Tenang Ini Ada Beberapa Makanan Yang Terjangkau

Kedua alokasi uang untuk biaya hidup. Simpan dana 30 % untuk alokasi biaya ini.

financial

Kebutuhan atau biaya hidup merupakan kebutuhan primer yang harus pertama kali disiapkan alokasinya. Biaya hidup mencakup uang makan, tempat tinggal maupun transportasi. Jangan lupa kebutuhan bulanan seperti listrik maupun jajan. Aturlah agar alokasi 30 % cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam sebulan. Untuk itulah kamu perlu hidup sederhana, nggak banyak gaya. Makannya masak sendiri, jangan mie instan terus juga, perbanyak sayur dan buah. Untuk tempat tinggal carilah kosan murah, atau bisa patungan dengan teman kamu. Sementara untuk transportasi biasakan bersepeda atau jalan kaki.

Ketiga yaitu dana untuk wisata sebesar 10 % dari pendapatan. Nah ini yang paling penting buat traveler…

travel saving

Buat yang mengikuti kasus Sisspai tentu ada pelajaran penting yang bisa diambil. Janganlah menjadi BPJS atau Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita. Uang nggak ada tapi ngotot liburan hedon, nonton Coldplay lah, ke Korea lah, pakai duit hutang. Sayang banget ‘kan duit hutang buat konsumsi kebutuhan tersier seperti traveling. Untuk itu penting sekali mengalokasikan dana liburan setiap bulannya. Setahun bisa lah 2 kali traveling dengan biaya sendiri. Satu kali di dalam negeri, satu kali di luar negeri. Mantap jiwa ‘kan?

Keempat adalah biaya untuk pendidikan. Alokasikan 15 % dari penghasilan kamu untuk mencari ilmu…education money

Nah, terkadang masalah yang sering dialami oleh orang yang sudah bekerja adalah enggan untuk belajar bidang lain. Misal belajar bahasa Inggris, kursus memasak, seminar, training, maupun membeli buku. Mencari ilmu adalah tugas yang harus selalu dilakukan manusia sedari dia masih hidup. Ilmu apapun. Untuk itu, biaya pendidikan ini harus dialokasikan agar kompetensimu makin berkembang di kemudian hari.

Baca Juga :  Jangan Panik Mari Kita Piknik, Beberapa Tempat Wisata Baru di Jogja

Kelima adalah alokasi untuk investasi sebesar 25 %. Penting banget nih sebagai sarana untuk memutarkan uangmu, biar nggak habis dikonsumsi sendiri…

saving money

Bagi generasi milenial yang hobi foya-foya, keputusan tentangalokasi dana investasi ini pastilah tidak menarik. Padahal harus diakui bahwa minimnya investasi lah yang mengakibatkan banyak anak muda yang terjerat hutang untuk sesuatu yang bersifat konsumtif. Investasi ini ada beberapa macam, bisa tabungan, beli emas, beli ternak, ikut program investasi di perbankan, termasuk pula saham. Yang jelas berinvestasilah sesuai kemampuan dan kebutuhan kamu. Kurangilah duit tertidur di bank. Putarkan uangmu dan nikmati hasilnya kelak di kemudian hari.

Facebook Comments
Scroll to top