Merinding! Teknologi Ini Mampu Menghidupkan Kembali Orang yang Sudah Mati

Kalau ditanya ingin mati atau tidak, pasti ada banyak orang yang menjawab tidak. Tapi biar bagaimanapun, kematian sifatnya lebih abadi dibanding kehidupan itu sendiri. Kalau kamu penyuka film fiksi ilmiah (science fiction), kamu pasti pernah melihat adegan dimana manusia dibekukan selama perjalanan menuju antariksa. Atau juga film manusia purba yang hidup kembali setelah membeku beribu-ribu tahun lamanya. Lalu bagaimana jadinya kalau ternyata fiksi itu bisa menjadi nyata?
Tidak ada yang bisa menghindari kematian, kamu penyuka film science fiction ?, hal ini pasti sudah kalian tonton bagaimana orang dapat di bekukan dalam sekian tahun dan dihidupkan kembali. lalu bagaimana jadinya jika itu terjadi di dunia nyata , apakah itu mungkin akan terjadi ?, teknologi terus berkembang  dan itu bisa saja bisa terjadi

Riset tentang teknolgi sekarang semakin meluas dan mengerikan.

Teknik pembekuan mayat yang ini beda dengan pengawetan pada jenazah untuk keperluan penyelidikan, kini teknik pembekuan mayat bertujuan agar sel-sel hidup pada jenazah tidak rusak dan kelak bisa dihidupkan kembali. Teknik ini disebut cryionic. Penemunya adalah Robert Ettinger, seorang ilmuwan dan veteran perang asal Amerika. Ia telah mendirikan yayasan bernama Cryonic Institute sejak tahun 1976. Banyak orang yang memprotes atau tidak setuju dengan yayasan ini karena tujuannya sangat menyimpang, tapi tiap tahun jumlah anggotanya terus meningkat. Saat ini jumlah anggotanya telah mencapai 900-an orang yang tersebar di seluruh dunia.

Baca Juga :  Rekor Baru, Astronaut Terlama Tinggal di Antariksa

Sang penemunya sediri telah meninggal tahun 2011, menjadi pasien ke 106 dan memanfaatkan teknologi tsb

Pada 23 juli 2011 Robert meninggal pada usia 92 tahun. Jenazahnya ditaruh dilapisan es beberapa jam setelah ia meninggal dan diberi senyawa tertentu. Diletakan dengan nitrogen cair lalu dimasukan kedalam peti khusus yang dinamakan cryostal, peti tersebut digunakan agar tetap berada dibawah titik beku. Kondisi ini sel-selnya diharapkan bisa diawetkan dalam kondisi waktu yang tidak ditentukan. Semua itu dengan harapan bahwa suatu saat nanti di masa depan, akan ditemukan teknologi untuk memutar balik proses kematian dan menyembuhkan penyebab kematian seperti obat kanker maupun AIDS.

Anggota yayasan yang berjumlah 900 org tidak semua ingin mengawetkan mayatnya sendiri

Sebagian anggota dari Cronic institute justru hanya ingin mengawetkan binatang peliharaannya saja seperti anjing dan kucing. Sampai sekarang, yayasan tersebut telah membekukan 64 mayat hewan peliharaan. Untuk mayat manusia, Robert jadi yang ke-106. Dr. James Bredford adalah orang yang pertama yang berhasil diawetkan lewat teknologi ini. Ia seorang profesor fisika dari Universitas of California, dibekukan tahun 1967 sesuai dengan surat wasiatnya, dimana dia juga meninggalkan sejumlah uang untuk membiayai prosedur kontroversial

Ditahun 2014, ada 250 orang mati yang telah diawetkan lewat cryonic dan yang mendaftar untuk dibekukan ada 1500 orang secara resmi sudah dinyatakan meninggal. Sampai saat ini ada 4 fasilitas pembekuan cryonic diseluruh dunia, 3 terletak di Amerika Serikat dan 1 dirusia

Saking percayanya akan hidup, Robert berpesan tidak ada upacara pemakaman

Temperatur yang dibutuhkan untuk pembekuan ini yaitu -150 C. Darah dan pernapasan juga disirkulasikan secara artifisal, untuk melindungi otak dari kekurangan oksigen maka serangkaian obat diberikan, kondisi dingin diperlukan untuk melindungi otak, yang nantinya berguna mempertahankan otak tetap hidup selama mungkin hingga pengidupan kembali dilakukan. Jadi disamping harga untuk prosedur pembekuan itu sendiri, para pasien cryonic yang sudah dibekukan atau keluarganya harus terus membayar biaya tahunan untuk fasilitas tabung penyimpanan.

Baca Juga :  Lewat Mesin Ini Air Sanggup Memotong Baja

Teknik yang nyaris sama nantinya juga diwacanakan untuk digunakan membekukan manusia dalam perjalanan ke planet lain

Kalau kamu penikmat film fiksi ilmiah macam Interstellar dan Passengers, pasti tak asing lagi dengan istilah hibernasi dalam penjelajahan luar angkasa. Proses hibernasi akan dibantu dengan pods tidur baru. Untuk menuju ke Mars sebagai planet terdekat dengan bumi misalnya, diprediksi akan membutuhkan enam bulan perjalanan dengan menggunakan teknologi yang ada sekarang. Sementara untuk ke Pluto, manusia butuh waktu sekitar 9,5 tahun.

Tak seekstrim pembekuan mayat, yang ini hanya menurunkan suhu ubuh menjadi sekitar 32 derajat Celcius saja. Denyut jantung dan tekanan darah juga diturunkan, sehingga seperti keadaan sedang tertidur. Para ‘pasien’ akan dibiarkan dalam keadaan koma nantinya selama perjalanan. Metode yang ini bernama therapeutic hypotermia. Memang belum diuji pada manusia, tapi awal tahun 2018 nanti pengujian baru akan dilakukan sekalian diikuti perjalanan menuju luar angkasa.

Bagaimanapun manusia tak bisa memungkir hal ini, teknologi telah melaju demikian cepat tanpa bisa disangkal lagi. Sudah banyak tubuh manusia yang diawetkan demi kepercayaan bisa dihidupkan kembali pada suatu masa nanti. Mereka yang melakukan hal ini percaya bahwa kemajuan iptek akan sampai pada suatu titik dimana upaya penghidupan yang mati benar-benar bisa dilakukan manusia. Ya pada dasarnya sebenarnya kembali lagi ke perdebatan klasik tentang kemajuan teknologi dan sistem kepercayaan yang seringkali tidak berjalan beriringan.

Merinding! Teknologi Ini Mampu Menghidupkan Kembali Orang yang Sudah Mati

Kalau ditanya ingin mati atau tidak, pasti ada banyak orang yang menjawab tidak. Tapi biar bagaimanapun, kematian sifatnya lebih abadi dibanding kehidupan itu sendiri. Kalau kamu penyuka film fiksi ilmiah (science fiction), kamu pasti pernah melihat adegan dimana manusia dibekukan selama perjalanan menuju antariksa. Atau juga film manusia purba yang hidup kembali setelah membeku beribu-ribu tahun lamanya. Lalu bagaimana jadinya kalau ternyata fiksi itu bisa menjadi nyata?
Tidak ada yang bisa menghindari kematian, kamu penyuka film science fiction ?, hal ini pasti sudah kalian tonton bagaimana orang dapat di bekukan dalam sekian tahun dan dihidupkan kembali. lalu bagaimana jadinya jika itu terjadi di dunia nyata , apakah itu mungkin akan terjadi ?, teknologi terus berkembang  dan itu bisa saja bisa terjadi

Riset tentang teknolgi sekarang semakin meluas dan mengerikan.

Teknik pembekuan mayat yang ini beda dengan pengawetan pada jenazah untuk keperluan penyelidikan, kini teknik pembekuan mayat bertujuan agar sel-sel hidup pada jenazah tidak rusak dan kelak bisa dihidupkan kembali. Teknik ini disebut cryionic. Penemunya adalah Robert Ettinger, seorang ilmuwan dan veteran perang asal Amerika. Ia telah mendirikan yayasan bernama Cryonic Institute sejak tahun 1976. Banyak orang yang memprotes atau tidak setuju dengan yayasan ini karena tujuannya sangat menyimpang, tapi tiap tahun jumlah anggotanya terus meningkat. Saat ini jumlah anggotanya telah mencapai 900-an orang yang tersebar di seluruh dunia.

Baca Juga :  Rekor Baru, Astronaut Terlama Tinggal di Antariksa

Sang penemunya sediri telah meninggal tahun 2011, menjadi pasien ke 106 dan memanfaatkan teknologi tsb

Pada 23 juli 2011 Robert meninggal pada usia 92 tahun. Jenazahnya ditaruh dilapisan es beberapa jam setelah ia meninggal dan diberi senyawa tertentu. Diletakan dengan nitrogen cair lalu dimasukan kedalam peti khusus yang dinamakan cryostal, peti tersebut digunakan agar tetap berada dibawah titik beku. Kondisi ini sel-selnya diharapkan bisa diawetkan dalam kondisi waktu yang tidak ditentukan. Semua itu dengan harapan bahwa suatu saat nanti di masa depan, akan ditemukan teknologi untuk memutar balik proses kematian dan menyembuhkan penyebab kematian seperti obat kanker maupun AIDS.

Anggota yayasan yang berjumlah 900 org tidak semua ingin mengawetkan mayatnya sendiri

Sebagian anggota dari Cronic institute justru hanya ingin mengawetkan binatang peliharaannya saja seperti anjing dan kucing. Sampai sekarang, yayasan tersebut telah membekukan 64 mayat hewan peliharaan. Untuk mayat manusia, Robert jadi yang ke-106. Dr. James Bredford adalah orang yang pertama yang berhasil diawetkan lewat teknologi ini. Ia seorang profesor fisika dari Universitas of California, dibekukan tahun 1967 sesuai dengan surat wasiatnya, dimana dia juga meninggalkan sejumlah uang untuk membiayai prosedur kontroversial

Ditahun 2014, ada 250 orang mati yang telah diawetkan lewat cryonic dan yang mendaftar untuk dibekukan ada 1500 orang secara resmi sudah dinyatakan meninggal. Sampai saat ini ada 4 fasilitas pembekuan cryonic diseluruh dunia, 3 terletak di Amerika Serikat dan 1 dirusia

Saking percayanya akan hidup, Robert berpesan tidak ada upacara pemakaman

Temperatur yang dibutuhkan untuk pembekuan ini yaitu -150 C. Darah dan pernapasan juga disirkulasikan secara artifisal, untuk melindungi otak dari kekurangan oksigen maka serangkaian obat diberikan, kondisi dingin diperlukan untuk melindungi otak, yang nantinya berguna mempertahankan otak tetap hidup selama mungkin hingga pengidupan kembali dilakukan. Jadi disamping harga untuk prosedur pembekuan itu sendiri, para pasien cryonic yang sudah dibekukan atau keluarganya harus terus membayar biaya tahunan untuk fasilitas tabung penyimpanan.

Baca Juga :  Ternyata Fungsi Drone Tidak Hanya Sekedar Untuk Foto Saja

Teknik yang nyaris sama nantinya juga diwacanakan untuk digunakan membekukan manusia dalam perjalanan ke planet lain

Kalau kamu penikmat film fiksi ilmiah macam Interstellar dan Passengers, pasti tak asing lagi dengan istilah hibernasi dalam penjelajahan luar angkasa. Proses hibernasi akan dibantu dengan pods tidur baru. Untuk menuju ke Mars sebagai planet terdekat dengan bumi misalnya, diprediksi akan membutuhkan enam bulan perjalanan dengan menggunakan teknologi yang ada sekarang. Sementara untuk ke Pluto, manusia butuh waktu sekitar 9,5 tahun.

Tak seekstrim pembekuan mayat, yang ini hanya menurunkan suhu ubuh menjadi sekitar 32 derajat Celcius saja. Denyut jantung dan tekanan darah juga diturunkan, sehingga seperti keadaan sedang tertidur. Para ‘pasien’ akan dibiarkan dalam keadaan koma nantinya selama perjalanan. Metode yang ini bernama therapeutic hypotermia. Memang belum diuji pada manusia, tapi awal tahun 2018 nanti pengujian baru akan dilakukan sekalian diikuti perjalanan menuju luar angkasa.

Bagaimanapun manusia tak bisa memungkir hal ini, teknologi telah melaju demikian cepat tanpa bisa disangkal lagi. Sudah banyak tubuh manusia yang diawetkan demi kepercayaan bisa dihidupkan kembali pada suatu masa nanti. Mereka yang melakukan hal ini percaya bahwa kemajuan iptek akan sampai pada suatu titik dimana upaya penghidupan yang mati benar-benar bisa dilakukan manusia. Ya pada dasarnya sebenarnya kembali lagi ke perdebatan klasik tentang kemajuan teknologi dan sistem kepercayaan yang seringkali tidak berjalan beriringan.

Scroll to top