Rekomendasi Film Perang Modern Terbaik Sampai Saat Ini

Munculnya perang pada permulaan abad k-19 atau dikenal juga dengan Perang Dunia ke-1 (PD I), lalu disusul dengan PD II, menandakan dimulainya era perang modern. Fakta sejarah ini dimanfaatkan oleh sejumlah rumah produksi film seluruh dunia, untuk mendulang dollar atau masuk jajaran film Box Office dengan fokus terhadap aspek perjalanan sejarah manusia yang memilukan, melalui film perang.

Tak dipungkiri, jenis film perang ini banyak penggemarnya di seluruh dunia, bukan karena ingin melihat sisi “kejam perang-nya”, namun lebih pada jalan cerita yang disuguhkan, rasa penasaran tentang sejarah, penampakan peralatan perang (tank, kapal selam, pesawat terbang), dan suara tembakan, bom, hingga visual efek yang disajikan pada film tersebut.

Lone Survivor

lone survivor

Film perang modern berbalut drama ini dibintangi oleh Mark Wahlberg dan disutradarai Peter Berg. Cerita aslinya berdasarkan kisah nyata tentara Amerika Serikat berdasarkan buku berjudul “Lone Survivor” karya Marcus Luttrell dan Patrick Robinson.

Inti kisahnya menceritakan Marcus Luttrell (Mark Wahlberg), seorang tentara Navy Seal, ia bersama timnya berangkat menyelesaikan misi untuk menangkap atau membunuh pemimpin Taliban terkenal Ahmad Shah.

Tim berangkat dari pangkalan udara Bagram ke sebuah desa yang terindikasi sebagai tempat persembunyian Ahmad Shah. Mereka sudah berada di posisi siap tembak, namun karena gangguan komunikasi, perintah menembak pun tak kunjung diberikan, sehingga keberadaan tim ini diketahui dan dibantai oleh pihak Taliban, menyisakan Marcus seorang diri yang bersembunyi di dalam desa tersebut.

Fury

Fury

Film perang keluaran tahun 2014 ini berlatarkan Perang Dunia ke II, dimana tentara Jerman kala itu telah terjepit oleh serangan Sekutu. Disutradarai oleh David Ayer dan dibintangi aktor papan atas sekelas Bradd Pitt, menjadikan film perang modern ini sayang untuk dilewatkan.

Baca Juga :  Rekomendasi Film Yang Bikin Kamu Baper

Inti kisah, menceritakan tentara garis depan Sekutu yang sedang menyisir sisa-sisa kekuatan Nazi pada suatu kota. Tak disangka, saat akan pulang ke basecamp, terdapat satu kompi (200 orang Nazi) yang sedang melintasi kota tersebut. Namun, berbekal tank yang rusak dan 20-an orang prajurit loyal, Don Wardaddy Collier (Bradd Pitt), menahan serangan dari tentara Nazi yang sedang melintas tersebut.

Bitva za Sevastopol

Bitva za Sevastopol

Film besutan 20th Century Fox ini sejatinya kisah nyata seorang tentara wanita yang berprofesi sebagai penembak jitu Red Army dari Rusia saat melawan invasi Nazi. Film ini disutradarai oleh Serhiy Mokrytski dan dibintangi oleh sejumlah aktor dari Rusia dan Inggris.

Kisah bermula saat Eleanor Roosevelt dari Inggris (diperankan Joan Blackham) mengenang kembali saat ia mengunjungi temannya Lyudmila Pavilchenko (diperankan Yulia Pereslid) di Rusia semasa Perang Dunia II pada 1942.

Saat itu Rusia tengah diinvasi oleh Nazi, dan tak disangka, Lyudmila bergabung dengan tentara Rusia (Red Army) setelah ia lulus dari pelatihan. Karena Luydmila ahli dalam menembak, maka ia ditempatkan sebagai penembak jitu, dan benar saja ia mampu membunuh 300an tentara Jerman saat “Battle of Odessa”, dimana ia mempertahankan kota Sevastopol.

Downfall

Downfall

Film ini terbilang sukses karena mampu menampilkan sisi lain dari kepribadian Hitler yang selalu dianggap misterius. Inti kisah, saat mendekati bulan April tahun 1945, Jerman telah berada diambang kehancuran dimana Jerman telah dikepung di sisi timur dan selatan oleh Soviet, dan disisi barat dan utara oleh Sekutu.

Namun, arogansi Hitler tetap tinggi dan seakan tidak mau menerima fakta kekalahan yang sedang dihadapinya, ia malahan menyuruh para Reich (para petinggi Nazi) untuk berjuang hingga darah penghabisan, alih-alih mengangkat bendera putih.

Baca Juga :  Latar Megah, Beberapa Film Dengan Latar Sungguhan Bukan Hasil Rekayasa Komputer

The Thin Red Line

The Thin Red Line

Cerita bermula saat prajurit muda (Jim Caviezel) Amerika Serikat dari satuan khusus ditemukan terpenjara di dalam kapal laut yang sedang berlayar di lautan pasifik. Ia sengaja dibawa paksa oleh Sersan Pertama (Sean Pean) sebagai bala bantuan untuk mempertahankan pulau Guadalcanal di selatan Pasifik dari serbuan tentara Jepang.

Platoon

Platoon

Cerita dimulai saat tentara yang baru bertugas, Chris Taylor (Charlie Sheen) di sebuah wilayah pedalaman Vietnam. Di sana ia bergabung dengan unit infantri dan memulai pengalamannya dalam tugas perang di hutan. Naas, ia mendapat pengalaman pahit menjadi seorang tentara di hutan, ia juga menyaksikan sahabatnya ditembak atas pembunuhan ilegal, saat itu juga ia beraksi untuk melawan ketidakadilan tersebut.

Black Hawk Down

Black Hawk Down

 

Film perang modern selanjutnya ada Black Hawk Down, yang dirilis pada 2001 silam. Film yang disutradarai Ridley Scott (Gladiator dan Kingdom of Heaven) ini layak untuk jadi bahan tontonan di akhir pekan, apalagi beberapa aktor seperti Orlando Bloom, Josh Hartnett, dan Tom Hardy ikut andil dalam film ini.

Film perang ini mengisahkan tentang kota Mogadishu di Somalia yang hancur akibat peperangan antar suku. Hampir 100 US Army Rangers diperintahkan oleh Kapten Mike Steele untuk menangkap dua pemimpin pemberontak atas permintaan pemerintah Somalia. Hal ini menyebabkan baku tembak besar dan berlarut-larut antara Angkatan Darat Rangers, Pasukan Khusus AS, dan ratusan orang pemberontak bersenjata Somalia.

Facebook Comments

Rekomendasi Film Perang Modern Terbaik Sampai Saat Ini

Munculnya perang pada permulaan abad k-19 atau dikenal juga dengan Perang Dunia ke-1 (PD I), lalu disusul dengan PD II, menandakan dimulainya era perang modern. Fakta sejarah ini dimanfaatkan oleh sejumlah rumah produksi film seluruh dunia, untuk mendulang dollar atau masuk jajaran film Box Office dengan fokus terhadap aspek perjalanan sejarah manusia yang memilukan, melalui film perang.

Tak dipungkiri, jenis film perang ini banyak penggemarnya di seluruh dunia, bukan karena ingin melihat sisi “kejam perang-nya”, namun lebih pada jalan cerita yang disuguhkan, rasa penasaran tentang sejarah, penampakan peralatan perang (tank, kapal selam, pesawat terbang), dan suara tembakan, bom, hingga visual efek yang disajikan pada film tersebut.

Lone Survivor

lone survivor

Film perang modern berbalut drama ini dibintangi oleh Mark Wahlberg dan disutradarai Peter Berg. Cerita aslinya berdasarkan kisah nyata tentara Amerika Serikat berdasarkan buku berjudul “Lone Survivor” karya Marcus Luttrell dan Patrick Robinson.

Inti kisahnya menceritakan Marcus Luttrell (Mark Wahlberg), seorang tentara Navy Seal, ia bersama timnya berangkat menyelesaikan misi untuk menangkap atau membunuh pemimpin Taliban terkenal Ahmad Shah.

Tim berangkat dari pangkalan udara Bagram ke sebuah desa yang terindikasi sebagai tempat persembunyian Ahmad Shah. Mereka sudah berada di posisi siap tembak, namun karena gangguan komunikasi, perintah menembak pun tak kunjung diberikan, sehingga keberadaan tim ini diketahui dan dibantai oleh pihak Taliban, menyisakan Marcus seorang diri yang bersembunyi di dalam desa tersebut.

Fury

Fury

Film perang keluaran tahun 2014 ini berlatarkan Perang Dunia ke II, dimana tentara Jerman kala itu telah terjepit oleh serangan Sekutu. Disutradarai oleh David Ayer dan dibintangi aktor papan atas sekelas Bradd Pitt, menjadikan film perang modern ini sayang untuk dilewatkan.

Baca Juga :  7 Film Indonesia yang Seharusnya Tidak Kamu Abaikan

Inti kisah, menceritakan tentara garis depan Sekutu yang sedang menyisir sisa-sisa kekuatan Nazi pada suatu kota. Tak disangka, saat akan pulang ke basecamp, terdapat satu kompi (200 orang Nazi) yang sedang melintasi kota tersebut. Namun, berbekal tank yang rusak dan 20-an orang prajurit loyal, Don Wardaddy Collier (Bradd Pitt), menahan serangan dari tentara Nazi yang sedang melintas tersebut.

Bitva za Sevastopol

Bitva za Sevastopol

Film besutan 20th Century Fox ini sejatinya kisah nyata seorang tentara wanita yang berprofesi sebagai penembak jitu Red Army dari Rusia saat melawan invasi Nazi. Film ini disutradarai oleh Serhiy Mokrytski dan dibintangi oleh sejumlah aktor dari Rusia dan Inggris.

Kisah bermula saat Eleanor Roosevelt dari Inggris (diperankan Joan Blackham) mengenang kembali saat ia mengunjungi temannya Lyudmila Pavilchenko (diperankan Yulia Pereslid) di Rusia semasa Perang Dunia II pada 1942.

Saat itu Rusia tengah diinvasi oleh Nazi, dan tak disangka, Lyudmila bergabung dengan tentara Rusia (Red Army) setelah ia lulus dari pelatihan. Karena Luydmila ahli dalam menembak, maka ia ditempatkan sebagai penembak jitu, dan benar saja ia mampu membunuh 300an tentara Jerman saat “Battle of Odessa”, dimana ia mempertahankan kota Sevastopol.

Downfall

Downfall

Film ini terbilang sukses karena mampu menampilkan sisi lain dari kepribadian Hitler yang selalu dianggap misterius. Inti kisah, saat mendekati bulan April tahun 1945, Jerman telah berada diambang kehancuran dimana Jerman telah dikepung di sisi timur dan selatan oleh Soviet, dan disisi barat dan utara oleh Sekutu.

Namun, arogansi Hitler tetap tinggi dan seakan tidak mau menerima fakta kekalahan yang sedang dihadapinya, ia malahan menyuruh para Reich (para petinggi Nazi) untuk berjuang hingga darah penghabisan, alih-alih mengangkat bendera putih.

Baca Juga :  Serial Tv yang Bikin Kamu Betah Seharian Di Rumah

The Thin Red Line

The Thin Red Line

Cerita bermula saat prajurit muda (Jim Caviezel) Amerika Serikat dari satuan khusus ditemukan terpenjara di dalam kapal laut yang sedang berlayar di lautan pasifik. Ia sengaja dibawa paksa oleh Sersan Pertama (Sean Pean) sebagai bala bantuan untuk mempertahankan pulau Guadalcanal di selatan Pasifik dari serbuan tentara Jepang.

Platoon

Platoon

Cerita dimulai saat tentara yang baru bertugas, Chris Taylor (Charlie Sheen) di sebuah wilayah pedalaman Vietnam. Di sana ia bergabung dengan unit infantri dan memulai pengalamannya dalam tugas perang di hutan. Naas, ia mendapat pengalaman pahit menjadi seorang tentara di hutan, ia juga menyaksikan sahabatnya ditembak atas pembunuhan ilegal, saat itu juga ia beraksi untuk melawan ketidakadilan tersebut.

Black Hawk Down

Black Hawk Down

 

Film perang modern selanjutnya ada Black Hawk Down, yang dirilis pada 2001 silam. Film yang disutradarai Ridley Scott (Gladiator dan Kingdom of Heaven) ini layak untuk jadi bahan tontonan di akhir pekan, apalagi beberapa aktor seperti Orlando Bloom, Josh Hartnett, dan Tom Hardy ikut andil dalam film ini.

Film perang ini mengisahkan tentang kota Mogadishu di Somalia yang hancur akibat peperangan antar suku. Hampir 100 US Army Rangers diperintahkan oleh Kapten Mike Steele untuk menangkap dua pemimpin pemberontak atas permintaan pemerintah Somalia. Hal ini menyebabkan baku tembak besar dan berlarut-larut antara Angkatan Darat Rangers, Pasukan Khusus AS, dan ratusan orang pemberontak bersenjata Somalia.

Facebook Comments
Scroll to top