Seniman Asal Swedia Ini Membuat Musik Dengan 2.000 Kelereng

Dengan memanfaatkan 2.000 butir kelereng dan peralatan kayu, seorang seniman asal Swedia berhasil menciptakan musik yang cukup unik. Struktur dari kayu itu memiliki jalur-jalur kelereng yang berinteraksi dengan drum, simbal dan sebuah vibrofon. Dengan kepiawaiannya dalam permesinan dan ilmu fisika, Molin memulai prose pembuatan musik dengan tuas.

Kelereng Musik

Di awal proses pembuatan musik tuas roda utama, melontarkan ribuan kelereng untuk menuju jalurnya masing-masing. Hasil musik yang mencengangkan itu terdengar seperti dibuat oleh sejumlah musisi atau program kompleks dari sebuah komputer.

Sebuah video yang memperlihatkan kinerja alat tersebut diproduksi oleh rekan senegaranya, Hannes Knutsson. Molin yang hidup di bagian tengah Swedia harus pindah ke Gothenburg, untuk menghabiskan waktu selama 14 bulan guna mewujudkan proyeknya..

Awalnya ia mengira bisa menyelesaikan proyek tersebut dalam waktu dua bulan, namun ia mengaku alat ciptaannya itu lebih kompleks dari perkiraan sebelumnya.

“Semakin mendekati tahap penyelesaian, semakin rumit untuk menyelesaikannya. Aneh sekali bisa begitu, ketika sudah mau selesai semua melamban karena masalah-masalah kecil yang tidak terlihat sebelumnya.”

“Kita harus mulai menciptakan musik sekarang dan mengurangi waktu memungut kelereng dari lantai. Tapi itu sudah menjadi bagian dari proyek itu.”

Facebook Comments
Baca Juga :  Hati-Hati dengan Teman yang Bermuka Dua, Berikut Tandanya
Tags:  

Seniman Asal Swedia Ini Membuat Musik Dengan 2.000 Kelereng

Dengan memanfaatkan 2.000 butir kelereng dan peralatan kayu, seorang seniman asal Swedia berhasil menciptakan musik yang cukup unik. Struktur dari kayu itu memiliki jalur-jalur kelereng yang berinteraksi dengan drum, simbal dan sebuah vibrofon. Dengan kepiawaiannya dalam permesinan dan ilmu fisika, Molin memulai prose pembuatan musik dengan tuas.

Kelereng Musik

Di awal proses pembuatan musik tuas roda utama, melontarkan ribuan kelereng untuk menuju jalurnya masing-masing. Hasil musik yang mencengangkan itu terdengar seperti dibuat oleh sejumlah musisi atau program kompleks dari sebuah komputer.

Sebuah video yang memperlihatkan kinerja alat tersebut diproduksi oleh rekan senegaranya, Hannes Knutsson. Molin yang hidup di bagian tengah Swedia harus pindah ke Gothenburg, untuk menghabiskan waktu selama 14 bulan guna mewujudkan proyeknya..

Awalnya ia mengira bisa menyelesaikan proyek tersebut dalam waktu dua bulan, namun ia mengaku alat ciptaannya itu lebih kompleks dari perkiraan sebelumnya.

“Semakin mendekati tahap penyelesaian, semakin rumit untuk menyelesaikannya. Aneh sekali bisa begitu, ketika sudah mau selesai semua melamban karena masalah-masalah kecil yang tidak terlihat sebelumnya.”

“Kita harus mulai menciptakan musik sekarang dan mengurangi waktu memungut kelereng dari lantai. Tapi itu sudah menjadi bagian dari proyek itu.”

Facebook Comments
Baca Juga :  6 Tips Memilih Kosmetik untuk Kulit Berminyak
Scroll to top